TKPK Home arrow Ruang Berita arrow Berita arrow Wapres: PNPM Mandiri Sangat Berhasil
Wapres: PNPM Mandiri Sangat Berhasil Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Ditulis Oleh shokhiyan   
Senin, 15 Februari 2010
PNPM Mandiri merupakan program yang sangat berhasil dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Program yang inisiatifnya benar-benar berasal dari bawah dan dipilih sendiri oleh masyarakat ini patut ditiru oleh program-program lainnya.
Kesuksesan PNPM Mandiri tersebut diungkapkan Wakil Presiden Boediono saat meninjau lokasi PNPM Mandiri Perkotaan di Kecamatan Tlogosari Kulon, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/2).
   
“Saya ingin menggarisbawahi beberapa fakta bahwa PNPM Mandiri adalah program yang menurut penilaian saya merupakan program yang sangat berhasil,” ungkap Wapres.
 
Menurut Boediono dalam setiap kunjungan ke berbagai daerah hampir semuanya mengatakan manfaatnya memang bisa dirasakan/diterima langsung oleh masyarakat setempat.

“Di berbagai daerah di tanah air yang pernah saya kunjungi, hampir semuanya mengatakan manfaatnya memang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” tegasnya.
 
Selain itu keunggulan lain dari program ini, terang Wapres, karena sifatnya yang bersifat bottom up sehingga keinginanatau inisiatif masyarakatlah yang akan dibiayai. Akibatnya masyarakat merasa ikut memiliki program tersebut.

”Ini adalah hasil yang baik dan patut ditiru oleh program-progran yang lain. Seandainya nanti ada program-program baru, seyogyanya kelangsungan ini dipertahankan dan ditingkatkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wapres mengapresiasi pelaksanaan PNPM Mandiri di Jawa Tengah yang pada tahun 2010 sudah dianggarkan 1 triliun serta ditambah bantuan dari Pemda dan swadaya masyarakat. “Saya merasa senang karena PNPM ini sudah diberi jatah yang cukup baik oleh Menkeu, Insya Allah akan sampai kepada masyarakat sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.
 
Untuk itu dalam pelaksanaanya, Wapres berpesan kepada para pengelola PNPM Mandiri untuk terus menjaga akuntabilitas penggunaan anggran yang ada. Sebab PNPM  Mandiri akan menjadi skala besar lagi jika terus dipertahankan dan di kelolah dengan sebaik-baiknya.

”Satu hal pesan saya kepada pengelola PNPM bahwa uang ini perlu kita kawal, satu rupiahpun jangan sampai mengalir ke tempat yang tidak sewajarnya. Masyarakat harus mengontrol, pendamping harus menjadi pendamping yang baik dan pemerintah pun harus mengawasi secara garis besar,” ujarnya.
 
Guna menjaga itu semua, Wapres meminta perhatian semua pihak yang bertugas atau berwenang di bidang pengelolahan dan PNPM Mandiri agar dalam proses pelaksanaan program seleksinya disesuaikan dengan ketentuan. Pelaksanaan program hendaknya lebih pada mengutamakan masyarakat yang paling membutuhkan, yang relatif kurang mampu suatu daerah/ desa  hendaknya didahulukan. Sedangkan proyek ysng dijalankan pun harus yang masuk akal dan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.
 
KUR

Menyinggung mengenai program Kredit Usaha Rakyat, Wapres mengungkapkan bahwa Presiden telah manyampaikan bahwa program ini akan terus ditingkatkan. Tahun ini  modal yang disetorkan pemerintah ke lembaga penjaminan sebesar 2 triluan dan diharapkan bisa menjamin kredit yang totalnya bisa 10 kalinya yang disalurkan kepada masyarakat.

Jika setiap tahun ada tambahan penjaminan 2 triliun maka dalam lima tahun bisa mencapai 10 triliun. Itu artinya dalam lima tahun total kredit yang bisa disalurkan ke masyarakat bisa mencapai 100 triliun.
”Saya melihat bahwa KUR ini adalah kegiatan Ekonomi Rakyat, mulai dari ikan hias, jual makanan, onderdil, semuanya ini adalah kegiatan yang merakyat. Dan kita perlu dukung untuk lebih meningkatkan lagi,” ungkapnya.

Meski demikin, Wapres menekankan bahwa kredit ini harus mencapai sasaran jangan sampai membelok kemudian dimanfaatkan untuk sesuatu di luar rencana. Esesnsi dan falsafah dari KUR sendiri adalah kegiatan ekonomi rakyat, oleh karena itu maka perbankanlah yang berperan dalam melakukan seleksi nasabah yang membutuhkan KUR.

”Kalau dalam PNPM yang dikawal adalah dana nya, sedangkan dalam KUR dikawal jangan sampai terlalu banyak dana yang tidak kembali. Kualitas dari kredit ini jangan sampai menurun, ini bukan hanya tugas pengelola saja, tapi juga tugas masyarakat sendiri, karena uang yang dikembalikan bisa diputar lagi bahkan untuk memperluas usaha nasabah itu sendiri,” pesannya.(*)
 

tkpkri Search Engine

Home | Site Map | Contact Us | Search

© 2007 Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, All Rights Reserved. Hosted by MWN.